Menelusuri Plesiran Dunia Malam di Kota Semarang
SEDAP MALAM - Tidak hanya jalanan, tetapi juga dunia wisata malam dan prostitusi di tengah hiruk pikuk kota. Pelacuran dan kehidupan malam seperti jamur di musim hujan, bahkan jika Anda membasmi mereka, mereka akan tumbuh silih berganti.
Hal ini juga terjadi di Kota Semarang yang merupakan jantung Provinsi Jawa Tengah. Di Kota Atlas, kehidupan malam dan prostitusi bahkan menjadi hobi bagi sebagian anak muda.
Serta Boby (37) dan Joe (37), warga Kota Semarang dan rekannya. Boby dan Joe pergi berlibur setiap kencan remaja atau setelah mereka dibayar.
Perjalanan tidak diarahkan ke tempat alami atau taman hiburan, tetapi ke kehidupan malam dan lokasi.
Boby dan Joe sudah melakukan ini selama 10 tahun, bahkan tidak sebulan sekali, liburan sering kali dua minggu sekali.
Karena sudah seperti rutinitas, mereka mengingat harga dan tempat dengan nama perempuan pada malam pertemuan.
Joe mengatakan, ada beberapa tempat di Kota Semarang yang menawarkan layanan plus.
Menurutnya, semua kota itu sempurna, dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi, atau yang disebutnya upah kuda.
“Kalau Kota Semarang sudah siap, misalnya karaoke di kawasan Kota Lama Semarang ada tiga tempat, harganya 600 ribu rupiah,” ujarnya.
Lanjutnya, harga tersebut untuk 3 jam karaoke, 2 penyanyi dan 2 congyang miras.
“Di kawasan Sunan Kuning juga ada bar karaoke dengan biaya 60.000 ribu per jam, sedangkan pemandu bernyanyi membayar 80.000 ribu per jam,” jelasnya.
Joe juga mengungkapkan Terminal Penggaron juga memiliki karaoke plus-plus, paket Rp 600 ribu untuk karaoke selama 3 jam, 3 lagu pamadu dan 3 botol Congyang. “Harga wanita yang berhubungan seks malam hari di Semarang juga bervariasi mulai dari Rp200.000 hingga Rp500.000,” jelasnya
.
Joe bilang ada biaya tambahan juga kalau mau tape guide.
“Kalau kita sebut hula-hula, harga karaoke di Semarang sekitar 300.000 rupiah,” kata Joe.
Namun, kata Boby, tidak hanya dengan harga ratusan ribu, ada juga tempat karaoke ideal di kota Semarang dengan tarif puluhan juta rupiah.
“Terkait harga kuda, harga paket di satu hotel dan diskotik Rp 15-30 juta. Ini termasuk karaoke lengkap, ada wanita, minuman dan Anda bisa berhubungan seks di kamar," kata pemuda gemuk itu.
Diakui Boby, kehidupan malam dan prostitusi di Kota Semarang bak jamur di musim hujan, kalau yang satu tutup, yang lain buka.
“Menurut saya Kota Semarang sudah sempurna, dari harga yang paling murah seperti di kawasan Pasar Dargo, sampai harga kuda-kuda semua. Dan menurut saya tidak bisa kalah,” terangnya.
Boby mengatakan bahwa hiburan malam menghilangkan stres atau menyembuhkan dirinya dan rekan-rekannya.
Namun, Boby mengatakan bahwa dia dan rekan-rekannya tidak pernah menetapkan hati untuk bertemu dengan para wanita malam itu.
“Kami menyebutnya MH atau bermain hati, sehingga sering dibahas di kelompok kami dan kami ingatkan agar tidak melakukan MH dengan wanita di malam hari.
Namun, ada yang mengunjungi wanita di malam hari bahkan memberikan Alquran kepada wanita tersebut. Jadi apa lagi yang bisa kita lakukan, namanya juga manusia,” senyumnya.

.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar